Mengenang Pahlawan KB

Pasca reformasi semua persoalan dituduhkan pada kesalahan orde baru. Sehingga pembeda itu selalu dijadikan alat pemukul bagi orang-orang yang tidak mampu mengenang jasa para pendahulunya. Padahal orang yang besar adalah orang yang mampu menghargai jasa para pahlawan. Termasuk bagaimana mengenang pahlawan KB. Makanya kurang arif bila orde baru selalu dipojokan, karena banyak konsep-konsep global yang digulirkan di orde baru. Termasuk Pak Harto telah mampu menembus dunia untuk menggelar program KB. Pak Haryono sampai saat ini masih produktif untuk menggulirkan Posdaya. Pak Hertog di Jawa Barat, Pak Muhyi, Pak Bunyamin, Pak Rukman Heryana yang telah mampu menjadi advocator ulung dibidang KB. Saud Munte, Maryati, Nino, Aan Tisna, Amed Sudiyana, Hidayat Sukanda. Dan yang terkini di hari Pahlawan tanggal 10 November 2011 telah dilepas Saudara H. Nandang sebagai Kabid KB dari Kota Sukabumi.

Disaat dilakukan pisah sambut para mantan pegawai BPMPKB oleh Drs.H.A.Hamdan, MM, baik yang pensiun maupun yang mutasi terasa ada nuansa keakraban dan kekeluargaan. Dengan gaya dan ekpresi masing-masing. Bahkan ada satu mutiara yang diungkapkan oleh H.Nandang.  Bercerita tentang kenangan masa lalu dari mula bekerja sampai pada masa pensiun. Ternyata segala sesuatu tidak bisa diperoleh begitu saja, bahkan perlu proses dan dinamika. Ada suatu pengakuan yang tulus, ketika mereka dihadapkan pada persoalan gaya kepemimpin yang tidak sama persepsinya dengan staf. Beliau melakukan berbagai koordinasi dan menghimpun kekuatan untuk mengingatkan gaya kepemimpinan yang tidak disetujui-nya. Walaupun akibatnya tidak mampu menghantarkan Pak Hidayat Sukanda pada penyelesaian pensiun di KB. Intrik staf yang kurang kondusif bisa membawa mala petaka baik pada yang melakukan intrik, maupun yang jadi sasaran intrik.

Disinilah perlu dilakukan pembinaan jiwa patriotism, penuh ketegasan dengan menggunakan hukum, perlu penteladanan dengan memperbaiki akhlaq, perlu melakukan kasih sayang dengan kecintaan yang terpatri antara staf dengan pimpinan. Sehingga tepat bila momentum 10 november 2011 di BPMPKB dilakukan pisah sambut para pejuang KB. Baik yang pensiun untuk menggerakan IMP masyarakat. Yang pindah instansi untuk melakukan koordinasi , intergrasi dan singkronisasi program. Supaya satu sama lain saling bergerak pada pencapaian visi, misi dan program, serta kegiatan yang mampu memilah, memilih dan memprioritaskan mana yang termasuk kebutuhan untuk ( nasi, prestasi,mutasi, rekreasi ataupun rotasi ). Jangan sampai anggaran untuk bidang KB tidak bermakna untuk mencapai nilai-nilai kepahlawanan KB.

Mengapa pengaturan anggaran itu harus memenuhi berbagai aspek. Karena setiap kegiatan itu harus memenuhi aspek filosofis, ekonomis, sosiologis, politis dan juga agamis. Tentunya anggaran itu harus terkoordinasi dengan berbagai pihak. Yang namanya koordinasi tidak akan pernah terlepas dari masalah roko, duit, nasi. Bohong besar bila mengkoordinasikan kegiatan hanya dengan komunikasi dan imformasi verbal. Tak akan berhasil kalau hanya dengan omong belaka. Sebab kebiasaan orang Indonesia masih berkutat pada masalah Perut, diatas lutut, walau mukanya samutut menghadapi masalah bangkrut. Akan tetap berseri bila mendapatkan seleri walaupun dapat nyuri. Sehingga akhlaqnya tidak terpuji, banyak berjanji, walaupun harus berhadapan dengan jeruji. Karena hidupnya tak pernah bersyukur, sehingga penglihatannya kabur, tidak pernah mau jujur. Sehingga hidupnya tidak akan pernah mujur, doa-nya tidak manjur.

Supaya Indonesia ini maju dan setara dengan Negara-negara yang dianggap maju oleh manusia. Maka penulis dan pembaca mesti kembali pada rujukan Qur’an dan Hadits dengan akhlaq yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Hindari saling ejek, dan hindari sikap tidak percaya pada orang. Yang lebih arif bila saling membesarkan dan saling mempercayai. Kurang  baik bila karakter penyelidik dan penyidik yang mengembangkan sikap curiga dan tidak percaya pada orang, digulirkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena akan muncul intrik dan fitnah melalui surat budge. Ketika surat budge dipercaya dan dijadikan alat bukti untuk melakukan penyelidikan ataupun penyidikan. Maka akan muncul sikap orang munafiq dan pengecut. Sehingga orang akan berlindung di bawah intrik dan surat kaleng demi kepentingan dan keuntungan pribadi.

Hentikan mewariskan pekerjaan yang tidak akurat dan tidak berdasarkan data logis. Karena akan terjadi pada program yang tidak realistis. Mualai ambil alih tanggung jawab untuk meluruskan dan menemukan solusi pemecahan masalah. Karena bila selamanya melakukan pendekatan siapa yang salah dan dimana letak kesalahan itu akan terjadi dendam dan pertentangan, perbedaan pesepsi. Yang akahirnya tidak akan memajukan program, malah akan menghambat program. Orang saat ini belum tentu lebih baik dari generasi lalu. Dan orang terdahulu belum tentu yang menajdi penyebab salahnya penyimpangan perilaku. Tapi yang lebih baik adalah saling mendekat dan daling mengakui kelemahan dan saling mengakui kelebihan dari setiap generasi. Kalau orang tua ingin dijadikan pahlawan oleh generasi mendatang, atau generasi saat ini . maka ketika berjaya harus bisa memberikan peluang pada generasi di bawahnya supaya mendapat   karir yang lebih baik di masa mendatang.

Jangan harap generasi terdahulu dijadikan pahlawan apabila ketika berjaya dan berperan mematahkan semangat para generasi muda di masa-nya. Ketika PLKB tidak diberikan peluang untuk maju dan berinprovisasi mengembangkan program. Maka ketika PLKB sudah jadi pejabat tidak akan tergugah pikirannya mengembangkan KB. Ketika PLKB yang sudah jadi pejabat tidak memperjuangkan gerakan KB baik dari mulai pendataan keluarga, pembinaan akseptor, pembinaan IMP KB. Maka karirnya kan mentok sampai di situ. Tidak akan naik mencapai puncak karir yang semestinya bisa diraih. Ketika PLKB sudah jadi Lurah, Subag, Subid, Sekretaris, Kabid, Sekmat bahkan jadi Kadis, Kaban ataupun Kanwil. Jika tidak konsisten peduli memperjuangkan program KB maka jangan harap dianggap jadi pejuang KB.

Kata dan istilah pejuang yang dinobatkan pada seseorang bukan muncul dari kehendak dirinya.  Tapi akan terus diperjuangkan oleh genersai berikutnya yang merasakan manfaat dari perjuangannya. Baik dari ide, gagasan, sifat, karakter, militansi, kreasi ataupun pemikiran orginalnya untuk memperjuangkan program. Apalagi program KB itu mengarah pada norma keluarga kecil bahagia sehat sejahtera mampu mendongkrak terhadap ketahanan keluarga, kesejahteraan keluarga. Sehingga terasa menjadi keluarga harmonis. Ketika PLKB, PKB, IMP KB dan para staf BPMPKB menjadi contoh dan suri tauladan di tengah-tengah masyarakat, maka akan muncul secara otomatis kepercayaan dari masyarakat untuk mentokohkannya. Ketokohan keluarga besar BKKBN yang kini di Kota Sukabumi menjadi BPMPKB sangat dinatikan oleh masyarakat. Karena secara keilmuan dan pengalaman sudah cukum untuk membentuk family planning, tinggal implementasi yang diterapkan pada dirinya mesti selaras.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: