Pendidikan Kepramukaan

Sejak Keluarnya UU nomor 12 tahun 2010 tentang kepramukaan, maka ada dua hal pokok yang mesti  dipahami oleh anggota pramuka.  Pertama adalah satia dan dharma. Oleh karena itu kesetiaan anggota pramuka harus diawali dengan baca,hayati, pahami dan amalkan. Sehingga nantinya menjadi dharma pramuka. Kalau itu sudah terjiwai maka di mana-mana akan berkumandang lagu disana senang di sini senang dimana mana kita senang.

Ketika semuanya sudah merasa senang maka akan muncul pemikiran yang matang dan karya dapat dipertanggungjawabkan. Itu semua tercermin jalam jiwa kepemimpinan. Oleh karena itu pasca Muscab Pramujka tanggal 13 Mei 2011 dilakukan berbagai program dari mulai penyusunan pengurus, sosialisasi program dan pelantikan pengurus kwartir cabang pramukan. Tentunya hal ini merupakan suatu langkah revitalisasi Kepramukaan di Kota Sukabumi. Yang bercita-cita ingin menjadikan kota sukabumi sebagai Kota Pramuka.

Awal pelaksanaan kegiatan kepramukaan tahun 2011 dilaksanakan kegiatan Jambore Nasional tahun 2011 di Propinsi Sumatera Selatan. Berlanjut pada kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka. Pelaksanaan kegiatan berikutnya melaksanakan Gladian Pinru. Kursus Mahir Dasar yang diikuti oleh Guru-guru pembina pramuka yang ada di Induksi. Pelaksanaannya di STIE Penguji. Kenapa perlu melakukan gladian pinru. Dikarenakan pramuka diharapkan mampu melahirkan para pemimpin di masa mendatang.

Kenapa setiap regu jumlahnya 8 orang. Hal ini untuk memudahkan rentang kendali. Sehingga setiap anggota regu bisa terawasi, terarahkan, dan terbimbing dalam setiap derap dan langkah. Ketika ada satu semboyan dalam pemerintahan Ramping struktur Kaya Fungsi. Ternyata tidak bisa mengendalikan berbagai ekses yang terjadi dalam setiap organisasi. Dikarenakan terlalu banyak masalah yang muncul dan terlalu banyak persoalan yang mesti diatasi dalam setiap aktivitas manusia yang serba dinamis.

Dalam pelaksanaan gladian Pinru ada sesuatu yang membuat orang terkaget-kaget karena direncanakan yang akan membuka adalah Wakil Walikota. Ternyata undangan tidak sampai pada Ajudan. Namun dengan inisiatif  Waka Hukum dan Organisasi langsung menginformasikan pada Wakil Walikota untuk hadir. Tetapi di pramuka itu tidak pernah ada satu kendala yang tidak diatasi. Begitu ada keterlambatan waktu pembukaan. Maka Ka Kwarcab langsung mengambil over pelaksanaan kegiatan pembukaan dengan laporan kegiatan penyelenggaraan dilaksanakan oleh Waka Bina Muda.

Setelah selesai Ka Kwarcab membuka maka dilanjutkan oleh Waka Kwarda Jawa Barat  yang hadir pada pembukaan itu. Yaitu Waka Bina Muda. Dengan semangatnya para peserta gladian pinru mengikuti pengarahan yang disampaikan oleh Waka Bina Muda. Namun setelah selesai pengarahan terjadi hujan lebat. Sehingga setiap peserta masuk pada tenda komando yang dipinjam dari Dinas Sosial Kota Sukabumi. Sedangkan para pembina ada di panggung utama. Tidak lama muncul Wakil Walikota selaku Wakil Mabicab Gerakan Pramuka.

Sebagai suatu kehormatan pada Wakil Walikota maka diberikan kesempatan untuk memberikan pengarahan. Arahan yang disampaikan terungkap masalah seminar dan penelitian kepurbakalaan yang berhubungan dengan Musium Prabu Siliwangi yang digagas oleh DR. Fajar Laksana, MM. Hal ini menggugah para anggota pramuka yang sering melakukan pengembaraan peduli terhadap lingkungan yang ada dan respek terhadap hal-hal yang ditemukan kertika melakukan pengembaraan. Permainan pertama yang di bawakan oleh para pelatih adalah mengenai dinamika kelompok dan berani tampil menyajikan tampilan menarik di hadapan publik. Apakah nyanyian, gagasan, ataupun yel yel yang diciptakan oleh kelompok barunya itu.

Dari beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh para pembina dan pengurus kwarcab pramuka. Ada satu hal yang perlu dimasukan dalam setiap latihan kepramukaan. Yaitu selain unsur tehnik kepramukaan yang disampaikan oleh para pelatih dari masing-masing Mahir. Juga mesti disampaikan ceramah umum dan pengetahuan manajemen kepramukaan. Jangan sampai terampil tapi tidak tertata dengan baik. Sehingga bila tidak di minij akan terkesan jalan di tempat. Buat apa diundang dan dihadirkan para Waka dan andalan yang membidangi Bina Wasa, Bina Muda, Sarana Usaha, Humas, Abdimas, Hukum dan Organisasi. Bila setiap acara hanya sebagai tamu kehormatan. Tanpa diberikan kesempatan untuk memberikan ilmunya pada para penggalang, penegak, padega ataupun kepada para pembina.

Sebaik apapun tahnik kepramukaan dipahami manakala  manajemennya tradisional maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat tidak akan terserap di kepramukaan. Di sini diperlukan suatu kolaborasi antara tehnik kepramukaan dengan ilmu terapan lainnya. Apalagi bila para pembina ingin mengembangkan dan meningkatkan peran saka. Ketika hal itu tidak dilakukan maka saka yang berdiri hanya tinggal bendera dan hanya tinggal nama. Ketika dikompetisikan dengan kwarcab lain baik dalam LT IV, LT V ataupun dalam Raimuna. Maka semuanya akan sirna tak membekas sebagaimana pramuka tangguh yang diharapkan.

Semakin pramuka memberikan ruang yang lebih luas pada para anggota dan pembinaannya untuk mendapatkan ilmu baru dari berbagai saka atau dari setiap waka. Maka wawasannya akan semakin luas. Dan pramuka akan bisa dijadikan labolatorium pelatihan kepemimpian yang mampu bergerak di berbagai sektor. Baik di teknis fungsional, maupun di dalam kebijakan makro dan internasional. Dikala membesarkan pramuka hanya ingin wah dalam acara seremonial dan ingin didukung oleh semua lini apabila tidak terbuka memberikan peluang kepada pihak luar bisa ikut mewarnai gerakan pramuka maka pramuka akan berjalan stagnan tidak gencar seperti yang diinginkan para fonding father. Apalagi bila pramuka tidak mengembangkan informasi dan pengabdian yang bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat luas. Yo kita perbaiki bersama manajemen kepramukaan supaya lebih maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: