Talk Show KB di Menara

Salah satu media komunikasi informasi dan edukasi yang bisa digunakan untuk kegiatan KB adalah Radio. Kebetulan radio yang selalu menaruh perhatian pada kegiatan KB adalah menara. Sehingga wajar bila media itu dipergunakan untuk kegiatan Talk Show. Kebetulan para wartawannya sangat familyer untuk diajak kerjasama mempromosikan kegiatan revitalisasi program KB.  Bahkan yang menjadi pertimbangan adalah para pendengarnya kebanyakan para wanita subur. Jadi pas bila melakukan talk show di radio menara. Selain dekat dengan lokasi kantor BPMPKB juga jangkauan siarannya sampai ke peloksok. Bahkan selalu menyisipkan iklan layanan masyarakat tentang KB disaat-saat ada kegiatan siaran hiburan atau pun siaran religi.

Tentunya materi talk show yang dipilih adalah yang ringan-ringan saja sesuai dengan segmen yang ada.  Apakah yang berhubungan dengan pendewasaan usia perkawinan, cara memilih alat kontrasepsi, dimana memeriksakan kesertaan KB, ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga. Yang sangat mengerikan ternyata ketika ada pendengar yang menanyakan masalah manfaat KB dan bagaimana menjadi akseptor KB tapi anaknya ada yang sudah 8 ada yang 6 ada yang 9 ada yang 4 orang. Berarti ikut serta ber KB tidak berdampak pada penurunan TFR ataupun tidak berdampak pada penurunan laju pertumbuhan penduduk. Padahal salah satu tujuan dari KB adalah menurunkan rasio ibu melahirkan dengan jumlah keluarga yang ada dalam satu rumah pada sebuah Kota/Provinsi ataupun secara nasional.

Kalu peserta KB baru ternyata anaknya sudah melebihi 2 atau sudah hampir memasuki manephouse. Tidak mengandung makna terhadap program KB. Bahkan hanya menghabur-hamburkan alat kontrasepsi. Namun karena permintaan masyarakat seperti itu. Maka demi citra pelayanan KB tetap saja dilayani. Padahal kalau berdasarkan efektifitas pelayaan dan efektifitas keseraan KB tidak tepat. Sebab kalau sudah mendekati manephouse dengan sendirinya bukan menjadi sasaran KB. Pemahaman seperti itu kadang perlu terus menerus digalakkan.

Sayangnya para pegawai KB yang bergerak di lapangan dengan sebutan PLKB tidak memahami hal itu sehingga ketika dalam perencanaan pelayanan tidak termasuk katagori yang mesti di KIE atau di Advokasi ataupun di lakukan konseling. Walaupun dipaksakan untuk diberi Latihan Dasar Umum ( LDU ) tetap saja tidak menjadi motivasi untuk memahami sebagai konselor atau sebagai penyuluh. Padahal yang namanya penyuluh KB harus betul-betul memahami tehnik penyuluhan dan teknik memasarkan program. Kenapa perlu dilakukan talk show di radio. Karena radio juga masih merupakan alat hiburan yang masih disenangi oleh masyarakat.

Salah satu contoh kata-kata yang dilontarkan oleh Drs. Rukman Heryana, MM untuk menghibur para pemerhati atau pemirsa radio diantaranya melalui paparikan seperti ini” Shubuh utuh pagi tumbuh. Hati teduh pribadi tak angkuh. Keluarga tidak keruh maka damai berlabuh. Bila duhur teratur diri jadi jujur. Hati tidak kufur selalu rasa syukur.  Amal jadi subur keluarga akur. Maka pribadi jadi makmur. Bila ashar kelar jiwa jadi sabar. Raga jadi segar senyum menyebar. Maka lizki jadi lancar. Bila magrib tertib quran jadi wajib. Dikir jadi karib. Jauh dari aib maka syafaata tidak raib. Bila isa terjaga malam bercahaya. Gelap tidaka terasa. Insya allah hidup berkah bahagia.”. kata kata seperti itu merupakan talenta yang tidak dimiliki semua orang. Bagaimana mensugesti orang menerima pesan yang terkandung dari kata-kata.

Kalau talk show di media radio harus memper-memper menghibur dan masuk pada rasa dan perasaan para pendengar. Apalagi yang digunakan hanya pendengaran. Maka pemikiran abstrak dari para pendengan harus dipelajari supaya larut dalam pembicaraan yang sedang di bahas. Maka baik penjelasan, pertanyaan dan jawaban harus fokus. Agar pesan yang disampaikan bisa mempengaruhi tindakan pada minat, hasrat dan keinginan, apalagi bila menajdi kebutuhan. Maka orang akan mengetahui, memahami, mengimplementasikan dan bergerak ke tempat pelayaan KB. Untuk segera dipasang alat kontrasepsi menjadi akseptor KB baru dan terus berusaha menjadi akseptor aktif.

Bagi ahli komunikasi akan mampu membedakan antara komunikasi verbal, komunikasi tulisan, komunikasi pendengaran, komunikasi visual. Namun kesemua jenis komunikasi yang dibangun intinya bagaimana antara komunikator nyambung dengan komunikan. Mengapa kemampuan berkomuniksi itu penting dalam gerakan revitalisasi KB. Karena KB itu “ nitah bogoh kanu teu wanoh, nitah kawin kanu teu manjing, nitah dahar hanu teu lapar.” Kadang kala setelah mereka tau, mau dan belum tentu mampu. Makanya harus dilakukan komunikasi efektif pada semua stakeholder yang berkepentingan dengan laju pertumbuhan penduduk. Yang berhubungan dengan kesejahteraan, yang berhubungan dengan pola wakin, yang berhubungan dengan pola hidup, yang berhubungan dengan pola asuh.

Semuanya dikemas dalam tri bina. Dari mulai bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia. Dilengkapi dengan bina Pasangan Usia Subur, Bina Keluarga Harmonis, Bina Lingkungan keluarga. Bina lingkungan, bahkan tidak ketinggalan masalah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera. (UPPKS) di bahas dalam setiap talk show. Beban program KB sebernarnya berat. Namun di saat menentukan alokasi anggaran tidak rasional bahkan boleh dibilang irasional. Terlebih-lebih tidak dalam satu tanggung jawab kementrian. Missalnya saja ketika akseptor siap dipasang alat kontrasepsi kalau tenaga mendis dengan tenaga para medis tidak siap untuk memasang. Pasti pemasangannya tertunda.

Banyak hal yang ditanyakan ketika talk show. Kenapa alkon harus bayar, kenapa memasang alkon harus bayar. Dan banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan para pemerhati atau pendengan. Dan itu tidak bisa dijawab secara lugas. Karena menyangkut pekerjaan orang lain dan menyangkut tanggung jawab orang lain serta menyangkut reputasi serta harga diri orang lain. Tidak etis bila saling menyudutkan dan tidak bagus bila tujuan talks show itu bagus tapi arkhirnya bila menjawab urusan orang lain jadi masalah. Belum lagi bisa dikatagorikan mencemarkan nama baik. Atau menyebar fitnah dan berbagai hujatan bisa terjadi.

Makanya dalam setiap kegiatan tolk show di radio! normatif saja. Bagaimana masyarakat pendengar radio memahami, tahu, mau dan mampu memasang alat kontrasepsi dengan kualitas kesertaan mampu mendongkrak tingkat kesejahteran dan kesehatan melalui 2 anak cukup. Laki- laki peremepuan sama saja. Jangan sampai dipelesetkan “ dua anak lebih, baik”. Tapi harus dua anak, lebih baik. Memang mendorong masyarakat untuk menjadi akseptor KB tidak semudah yang dibayangkan. Karena berhubungan dengan pendidikan, ekonomi, budaya, kebiasaan, kepercayaan, kenyamanan, kepentingan, kesiapan, kesehatan.

Namun demikina tidak ada suatu perbuatan yang mubazir dikala dilakukan secara sungguh-sungguh dan bersikaf profesional dan proporsional. Dengan harapan setiap kegiatan itu diikuti dengan aturan yang jelas, SPM dan Output yang jelas. Sehingga hasil dari tolk show mampu mencpai PPM yang telah ditetapkan sesuai dengan KKP1 ataupun KKP2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: