Karir Istimewa

Bagi umat Islam akan memahami betul  bahwa nasib seseorang tidak akan pernah bersifat kebetulan. Semuanya sudah diatur oleh Allah SWT. Bahkan sebelum lahir sudah di catat di lohmahfud. Makanya ketika lahir ke dunia hanya melaksanakan apa yang ditugaskan oleh Allah SWT. Namun kadang-kadang lupa bahwa  kehebatan itu seolah-olah  hanya diperoleh hasil karya sendiri. Padahal ada korelasi antara usaha, upaya, perjuangan dengan potensi yang dimiliki dengan camapur tangan orang  lain. Dan pasti sesuai dengan kodrat manusia untuk memikul amanah di muka bumi ini menjadi pemimpin. Minimal untuk memimpin diri sendiri dan keluarga dekatnya.

                Kedekatan seseorang dengan para pemimpinnya sangat bervariasi dari mulai kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas sampai pada latar belakang kesamaan keturunan, kampung halaman, hobi, hubungan emosional, hubungan politik, adat, suku bangsa, bahasa dan banyak lagi yang melatar belakangi kenapa seseorang dekat dengan para pemimpinnya. Maka tidak aneh bila ada pegawai yang mempunyai karir istimewa dibandingkan dengan orang yang jauh dan menjauhi para pemimpinannya. Biasanya estapet kepemimpinan akan jatuh atau diberikan pada orang terdekatnya. Apalagi bila sudah dipersiapkan melalui sistem karir yang jelas dan terencana.

                Teori yang sering dikembangkan di dalam Manajemen Sumber Daya Manusia biasanya merupakan rangkaian utuh antara rekruitment, pengangkatan, imbalan, pengembangan karir, mutasi, jaminan sosial,penghargaan sampai pada pensiun/pemberhentian. Tapi ada pula yang diangkat derajatnya oleh Allah SWT sebagai barokah dari pengabdian dirinya melalui pembiasaan membaca Al qur’an. Sebagaimana guru agama Islam, hanya melalui pindah bekerja sebagai staf kesra, subag kesra, subag agama dan loncat jadi kabag kesra hingga sampai menjadi asisten membidangi kesejahteraan rakyat. Hal itu merupakan anugrah dari Allah SWT yang mengangkat derajat dan memberikan kerajaan kepada siapa saja yang dia kehendaki.

                Ketika orang diangkat derajatnya perlu ada penyesuaian dari sikap, gaya bicara, penampilan serta pola pikir/pola tindak,  seperti yang diperankan oleh seseorang yang mendampingi pimpinan melakukan sidak ke berbagai OPD baru, yang dibentuk Perda nomor 6 tahun 2008. Termasuk Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana.  Tentunya harus menunjukkan “pindah cai pindah tampian”. Kalau tempo dulu merasa menjadi pemimpin, kini harus sadar bahwa dunia sudah berubah dan harus siap menjadi bawahan. Paling tidak siap menjadi OPD yang dikoordinasikan oleh asisten daerah. Alhamdulillah bagi orang yang Islam sangat memahami prinsip, bahwa pangkat, jabatan, hanya milik Allah SWT. Maka nurani mutlak harus menerima, bahkan bangga mempunyai rekan kerja mampu berkembang melebihi jenjang karir yang dialami sebelumnya. Boleh dibilang mempunyai karir isimewa. Itulah rahasiah Allah SWT memberikan kerajaan kepada salah seorang yang dikehendakinya.

                Wejangan yang diberikan oleh pimpinan saat pertama menduduki jabatan baru, sebagai amanah, tidak boleh di sia-siakan. Apalagi ketika berhadapan langsung dengan masyarakat, banyak pengalaman uptodate sangat bermanfaat dalam mengarungi hidup dan kehidupan. Apalagi pemberdayaan perempuan merupakan amanah MDGs dengan kesetaraan gendernya sangat menunjang terhadap pencapaian PPM akseptor KB baru, ataupun KB aktif. Apalagi kaitannya dengan pemberdayaan berarti harus menemukan ilmu baru tentang teknik dan metode membuat orang menjadi berdaya. Sedangkan pengertian berdaya  adalah berkemampuan. Bagaimana berkemampaun itu di teliti melalui pendekatan manajemen.

                Penelitian yang paling tepat untuk  dikembangkan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana tentunya “ Manajemen Pemberdayaan Kader BKB dalam Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini”. Studynya bisa dilakukan di Kota Sukabumi sebagai sebuah kota yang mempunyai visi “ Pusat pelayanan berkualitas dibidang Penddiikan, Kesehatan dan Perdagangan berlandaskan iman dan takwa.  Tentunya sangat bermakna ketika kunjungan pertama dilakukan oleh Pimpinan bahwa Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana memberikan motivasi baru dan harapan baru untuk memperlancar proses penyelesaian mengikuti pendidikan dengan konsentrasi pada Manajemen Pendidikan. Apalagi ketika  judul penelitian itu diajukan pada sidang proposal disetujui oleh penguji dan oleh Promotor ataupun ko promotor serta anggota pembimbing. Untuk ditulis dalam sebuah disertasi. Sehingga keluar SK Kandidat doktor untuk diizinkan  memulai menulis disertasi.

                Manajmen pendidikan yang jarang diteliti adalah pendidikan non formal dan pendidikan informal. Di dalam-nya bahwa Bina Keluarga Balita merupakan elaborasi dari pendidikan orang dewasa dengan pelayanan anak usia dini. Sebagai pendidikan keluarga yang bersifat informal. Peluang di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana sangat potensial untuk mengembangkan pola pikir dan pola tindak menghadapi tantangan, tuntutan dan aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Bahkan variabel kehidupan bisa diperoleh di BPMPKB. Karena berhubungan langsung dengan individu, kelompok, masyarakat dan penduduk dengan berbagai strata kehidupannya. Sejak bertemunya  sel terlur dengan sperma sampai ke liang lahat dikaji dan difasilitasi di BPMPKB. Hal ini merupakan siklus dari kehidupan manusia sehingga dilakukan pendekatan pembinaannya melalui program dasa lomba. Seperti halnya BKB, BKR, PUS, KELOMPOK AKSEPTOR, BKL, BLK, KELUARGA HARMONIS, IMP KB, PLKB TELADAN DAN UPPKS.

                Semua program bina-bina di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana sangat strategi dalam mengembangkan ilmu untuk bekal pengembangan karir bagi generasi muda. Itu merupakan peluang memperoleh karir istimewa bagi yang mau, mampu dan berkesempatan untuk dikembangkan oleh para pengambil kebijakan. Tentunya dengan catatan Tapkin yang dibuat diimbangi dengan fungsi manajemen dengan unsur manajemen secara rasional dan logis. Seperti hanya disampaikan pada pengarahan pimpinan di kantor BPMPKB bahwa untuk mencapai visi kota dan RPJMD tahun 2008-2013 “Dengan Iman dan Takwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi untuk mencapai kota sukabumi lebih cerdas, sehat, dan sejahteran dengan filosifi sidik, amanah, fatonah dan tablig”.

                Kunjungan pertama yang dilakukan pimpinan membawa angin segar untuk memacu diri untuk mencapai karir istimewa seperti yang diperoleh rekar sekerja sebagi hamba Allah SWT yang mencerminkan sosok manusia muslim mampu membiasakan membaca Al Qur’an, rajin silaturahmi bersama para ulama serta dekat dengan pimpinan tertinggi sebagai penentu kebijakan. Maju mundurnya kehidupan masyarakat dan kehidupan bermasyarakat sebagiamana yang diamanahkan di dalam peraturan Walikota Sukabumi nomor 28 tahun 2008 tentang kedudukan dan fungsi BPMPKB.  Untuk memotivasi staf mencapai karir istimewa maka dibuatlah moto kerja dengan akronim “SIAGA”. Yaitu senangi setiap pekerjaan yang dipercayakan, ikuti aturan yang melandasi pelaksanaan fungsi dan tugas pokok, akui bahwa keberhasilan karir ada intervensi orang lain, gunakan setiap sumber daya yang dimiliki, amalkan setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikuasasi dan dipahami.

                Moto yang dirumuskan untuk menyelesaikan target atau PPM di BPMPKB terinpirasi dari gerakan Pramuka yang mempunyai tingkatan siaga, penggalang, pandega dan andalam. Jadi kalaulah memulai pekerjaan itu harus dimulai dari tingkat siaga. Supaya semua tidak kaget bila secara evolusi harus lari dalam menyelesaikan fungsi dan tugas pokok yang sudah terformulasikan dalam aturan main dalam sebuah organisasi. Di sisi lain untuk menyikapi situasi dan kondisi yang sedang terjadi di alam reformasi yang berbenturan dengan saling hujat, saling buka aib, bahkan banyak ditemukan surat budeg yang ditanggapi oleh oknum penjaga mijan untuk dijadikan dasar seseorang di lidik ataupun di sidik. Sehingga setiap persolan harus selalu siaga. Membela diri dikala merasa yakin berada dalam jalur kebenaran. Dengan membiasakan diri untuk siaga. Insya Allah tidak akan pernah kaget dikala ada orang yang “sirik pidik hiri dengki jail kaniaya”. Tentunya akan dihadapi dengan ke siap siagaan bahwa yang benar itu pasti benar dan yang salah pasti diperhitungkan oleh Allah SWT. Hukum dari Allah SWT pasti adil dan berlaku kepada siapapun.

                Dengan membiasakan siap siaga maka tidak akan pernah terbersit dalam dirinya untuk mencelakakan orang dan tidak akan mau dicelakakan orang lain. Bahkan akan menyadari bahwa tidak semua orang mempunyai kesempatan memperoleh karir istimewa. Tentunya orang yang berkarir istimewa hanya beberapa gelintir saja. Itulah sebuah pilihan dan orang terpilih bisa diperkirakan sudah memenuhi kriteria dan indikator yang diperlukan oleh sang penguasa. Namun harus disadari pula bahwa subjektifitas penilaian pemimpin itu dipengaruhi oleh alam pikiran, pengetahuan, pengalaman serta kepentingan yang mempengaruhinya. Apakah kepentingan politik, kepentingan publik, kepentingan akademik ataupun kepentingan religi dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

                Hanya faktor mana yang paling dominan mengilhami sang pemimpin untuk memberikan karir istimewa kepada setiap bawahannya. Tergantung pada karakter sang pemimpin apakah akan mendahulukan politik, mendahulukan akademik ataupun mendahulukan intrik dan polemik. Semuanya merupakan hak prerogratif sang penguasa. Dan yang terpenting bahwa yang sudah terjadi itu merupakan takdir dari Allah SWT yang sudah tertulis di louhmahfud. Namun sebagai manusia kadang mempunyai ego dan keakuan bahwa dirinya yang paling berhasil, paling baik, paling sukses atau paling mampu menerobos setiap tantangan hambatan dan rintangan. Padahal semuanya tergantung pada kasih sayangnya Allah SWT. Karena bagi orang Islam harus yakin bahwa selamat dan sejahterannya orang bisa masuk surga di akhirat bukan hanya semata-mata amal baiknya. Karena bila seluruh amalnya dikonpensasi terhadap pahala yang diberikan kepada manusia pasti tidak akan inpas. Kerena semuanya merupakan rahman dan rohimnya Allah SWT.

                Dengan demikian tidak perlu mengembangkan iri hati dan dengki ketika ada rekan kerja mendapatkan karir istimewa yang diberikan sang pemimpin. Apalagi di dunia ini tidak ada yang mustahil bila Allah SWT mengijinkan-Nya. Maka untuk memberdayakan Masyarakat. Perempuan dan Keluarga Berencana perlu dikembangkan ilmu memberdayakan manusia, yaitu setiap manusia harus “ aya kanyaho, kahayang, karesep, kabisa, kadaek, kaboga”.  Dengan pendekatan pengetahuan, kemauan, hobi, keterampilan, kreatifitas dan kemampuan. Bila dialih bahasakan “ knowledge, vision, hobby, expert, enterpreneur, and rich”. Jadi untuk memberdayakan manusia jangan mengkambing hitamkan kemiskinan dan berkutat mempertentangkan data kemiskinan. Tapi bagaimana mendorong orang supaya sejahteran. Disinilaha diperlukan setiap saat melakukan pendataan tahapan keluarga dari mulai Pra KS, KS1, KS2, KS3 dan KS3 plus. Doronglah setiap orang harus berkarya, bekerja, kerkarir mengarah pada keistimewaan sebagai manusia yang dimulyakan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: