Masalah Itu Anugrah

Manusia akan sukses apabila lalui ancaman & hambatan. Iman & Taqwa ukurannya akhlak & norma untuk gunakan rasa aman hidup. Dari ungkapan tersebut kata kuncinya ada 17 hal ini sebagai simbul dari kewajiban manusia selaku insan/makhluk ciptaan Tuhan yang tinggi derajatnya. Mempunyai akal untuk berpikir dan memiliki bahasa sebagai alat komunikasi antar sesama. Diwujudkan dalam sholat sehari semalam lima waktu sebanyak 17 rakaat. Tentunya manusia menjadi sangat penting dalam kehidupan ini. Namun jarang sekali manusia siap dan sanggup menggahadapi masalah. Padahal menurut (Marwansyah dan Mukaram, 2000 :3) ”Daya saing suatu perusahaan akan sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia yang dimilikya. Kemampuan pekerja yang demikian untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi sumber keunggulan kompetitif ( competitive adventage )”. Kompetensi sumber daya manusia dapat diukur dari derajat kemampuan merubah masalah jadi anugrah. Sehingga potensi yang terkubur dalam dirinya bisa teraktualisasikan dalam perkataan dan perbuatan didasari oleh iman&taqwa dengan indikator akhlak&norma digunakan untuk membuat rasa aman dalam hidup dan kehidupannya. Hidupnya selalu oprimis menggapai sebuah kesuksesan. Bahkan ancaman dan hamatan yang terbentang luas dihadapi dengan keimanan dan ketaqwaan. Yakin bahwa segala sesuatu telah diatur oleh sang maha pencipta. Masalah bukan batu sandungan. Melainkan tangga emas sebagai ujian hidup dan kehidupan untuk dicarikan solusi terbaik dalam mengatur manajemen resiko yang akan dihadapi dari sebuah konsekwensi keputusan yang telah diambil. Keputusan mutlak harus diambil dalam sebuah dilema. Sebuah penelitian tidak akan berjalan mulus bila tidak ditemukan masalah. Tetapi sejauh mana masalah itu didefinisikan melalui identifikasi yang dikelompokan menjadi sederhana dalam sebuah batasan. Tentunya harus ditemukan yang paling berpengaruh. Menemukan masalah diperlukan ketajaman berpikir untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap ancaman yang bisa menimpa manusia. Baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Sedangkan ancaman merupakan sebuah konsekwensi dari persaingan. Kemudian berpikir kenapa persaingan itu terjadi? Dikarenakan ada anomali antara kemauan manusia yang tidak tak terbatas dengan kemampuan manusia yang terbatas mengelola sumber daya alam yang sudah disediakan oleh Allah SWT. Meningkatkan kemampuan manusia berarti berpikir tentang produktivitas. Berarti diperlukan manajemen sumber daya manusia melalui pendekatan strategis, pemenuhan kebutuhan karyawan, kesepakatan, sistem, dengan mengabaikan tindakan yang bersifat reaktif. Mengapa itu penting! Karena di dalam manajemen sumber daya manusi akan berhubungan dengan perencanaan, rekrutmen&seleksi, pengembangan, balas jasa, keselamatan&kesehatan kerja, hubungan industrial dan penelitian. Apabila dalam manajem sumber daya manusia tidak berjalan secara sistemik bisa dipastikan akan muncul ancaman dari persaingan tidak sehat diantara manusia yang tergabung dalam organisasi itu berada. Dikala ancaman itu muncul maka hambatan terhadap pencapaian visi serta misi tidak akan terelakan. Mengapa hal itu terjadi? Dikarenakan ada etika yang dilanggar. Berarti nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam kelompok itu tidak dipatuhi. Biasanya hambatan itu muncul dikala terjadi ketidak seimbangan antara kepentingan masyarakat, stakeholders, kebijakan internal serta pribadi manusia. Apakah sebagai pekerja, bawahan, atasan ataupun rekan kerja. Bagaimana supaya ancaman dan hambatan itu bisa terlewati? Disinilah diperlukan iman yang kuat bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah SWT yang disampaikan melalui malaikat kepada rosul dalam kitab yang harus dipertanggung jawabkan di hari khiamat, apakah ketetapan yang baik ataupun ketetapan yang buruk. Makanya Taqwa merupakan pengejawantahan dari dua kalimat shahadat, pelaksanaan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa dan melaksanakan ibadah haji. Ukuran tidak ada ancaman dan terhindar dari hambatan menuju kesuksesan tentunya digambarkan dalam akhlak mulia sebagai tabiat /budi pekerti dari manusia yang bernilai normatif tentang apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Tidak mengambil hak orang lain tapi sanggup menunaikan kewajiban mematuhi hukum ataupun aturan moral menjadi sebuah norma yang sakral untuk memegang amanah, tidak dengki, tidak membahayakan orang lain, tidak melakukan kekerasan, bisa saling menolong, menghormati sesama manusia. Hal tersebut untuk menggunakan rasa aman. Berarti sentosa, tentram, tidak berbahaya, tidak dalam bahaya dikarenakan tepat memilih orang, bisa diteladani, mematuhi hukum, mengatakan yang benar itu benar, menghormati orang lain, tidak melakukan kekerasan, berpartisipasi dalam beramal soleh, siap bertindak dikala punya kewajiban. Hidup dan kehidupannya semata-mata untuk ibadah pada Allah SWT. Jadi bagaimana supaya masalah itu jadi anugrah. Pastikan bahwa ancaman itu tidak akan terjadi. Hambatan itu harus bisa diatasi. Iman dan takwa ukur jika amalan dan itikad akan merusak akhlak dan norma. Apalagi mengganggu rasa orang lain tidak aman dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Karena setiap manusia mempunyai rasa dan perasaan. Tapi jangan pula bertindak terlalu menggunakan perasaan. Karena perasaan itu muncul dari emosi. Sedangkan emosi yang tidak terkendali akan salah memilih dalam menentukan sebuah pilihan. Sedangkan pilihan adalah sesuatu yang harus diambil dalam sebuah keputusan. Keputusan yang tepat tidak akan menimbulkan masalah komflik berkepanjangan. Tapi keputusan yang tepat akan mampu mengubah masalah jadi anugrah. Jadi inti pokoknya bahwa setiap manusia itu tidak usah risau dengan masalah melainkan harus terbiasa dengan masalah. Tapi ketika ada masalah yang mengarah pada konflik kepentingan harus dicari solusi mencari keseimbangan untuk memenuhi kepentingan msayrakat, kepentingan stakeholders, kepentingan internal organisasi, pekentingan pribadi serta kepentingan lingkungan strategis yang mempengaruhi faktor kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: