Lupa Adalah Rahmat

Tidak ada yang mubadir apa yang telah Allah ciptakan di bumi dan di langin. Dan tidak ada yang sia-sia “ robbana ma holaqtaha bathila subhanaka fakina  adabannar “ termasuk masalah lupa itu adalah rahmat bagi umat manusia. Bisa dibayangkan bila semua persoalan yang pernah terjadi dimasa lalu terus bermunculan di otak dan pikiran. Mungkin saja urat saraf cepat putus karena berat menanggung beban yang terlalu over load. Memikirkan masa lalu yang rumit, sulit, menyakitkan seolah-olah tidak menemukan jalan keluar. Seperti blunder tak berujung pangkal.

 

            Tapi tidak boleh juga pura-pura lupa dan melupakan jasa orang lain yang pernah memberikan bantuan dalam hidup dan kehidupan ini. Namun juga jangan terlalu mengingat-ingat apa yang telah diberikan pada orang lain. Apalagi meminta dan memohon balasan dari orang yang pernah dibantu. Pada hakekatnya setiap manusia tidak akan pernah mampu membalas kebaikan orang lain. Apalagi kebaikan dari orang tua. Namun yang terlebih penting mampukah memberikan bantuan kepada generasi berikutnya. Seperti layaknya seorang Ayah dan Ibu berupaya keras membesarkan serta membimbing anaknya supaya tidak ditinggalkan dalam keadaa lemah.

 

            Namun jangan pula, terlalu takut jika anak keturunan tidak sama atau tidak bisa mengikuti jalam pikiran atau gaya hidup serta kehidupan yang pernah dialami sang Ayah ataupun Ibu. Sebab setiap orang pasti mempunyai jalan masing-masing untuk bisa bertahan hidup sebagai mana ilmu biologi bahwa: mahluk hidup itu akan terjaga dari kepunahan apabila (1) sanggup beradaptasi (2) bisa tumbuh (3) mampu berkembang biak. Sedangkan di dalam istilah pembangunan era reformasi  dikenal dengan istilah pembangunan yang  pro foor, pro job dan pro growt.

 

            Mengapa perlu beradaptsai, tentunya dari satu alam ke alam lain sungguh berbeda. Misalnya ketika manusia diciptakan di alam ruh pasti berbeda dengan alam rahim, berbeda dengan alam dunia dan berbeda dengan alam akhirat. Sehingga diperlukan kesiapan untuk beradaptasi. Begitu pula orang miskin mengapa harus menjadi sasaran program pembangunan. Karena bila orang miskin tidak dibantu akan mempercepat kepunahan umat manusia. Pertumbuhan berari harus punya lapangan pekerjaan. Tanpa ada pekerjaan yang jelas. Sebesar apapun bantuan diberikan akhirnya akan habis juga karena sumber daya itu tidak bisa diperbaharui. Mengapa perkembangan dan pertumbuhan itu penting. Dikarenakan tanpa adanya pertumbuhan yang seimbang akan terjadi jurang pemisah jang curam antara si kaya dan si miskin.

 

            Mengapa masalah lupa bisa dikatakan rahmat. Karena manusia mempunyai keterbatasan untuk bertahan dalam satu kondisi konflik dalam waktu yang bersamaan. Maka dengan lupa akan mampu mensentor sesuatu yang bisa mengganggu alam pikiran negatif ke alam pikiran positif. Karena urat saraf akan rileks ketika melupakan masalah yang meneganggkan. Tapi mengapa setiap orang harus dilatih daya ingatnya. Tentunya dalam hal mengarahkan pola pikir yang sistemik dalam sebuah pola pikir dengan kemasan paradigma. Jadi daya ingat itu untuk membuat polarisasi suatu model pemikiran yang konstruktif. Sedangkan sifat lupa adalah untuk menghilangkan perasaan pesimistis.

            Kalau disimak dari berbagai media bahwa Bangsa Indonesia dalam posisi keterpurukan dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Mengapa hal itu terjadi? Karena terlalu mengingat-ingat kesalahan para pendahulunya tanpa mengingat-ngingat perjuangan dengan cucuran darah keringat bahkan jiwa dan raga para pejuang pendahulunya. Anehnya yang  ada ada anggapan bahwa mantan para petinggi, mantan para pejabat, mantan para penyelenggara negara dianggap paling jahat. Yang benar adalah orang-orang yang sedang berkuasa masa kini. Sehingga muncul opini publik untuk selalu mencari-cari kesalahan supaya ada korban yang bisa diakui sebagai keberhasilan sebuah penegakan hukum.

 

            Itukah yang disebut gajah dipelupuk mata tak kelihatan tapi lalat diseberang lautan nampak jelas. Jadi apa sebenarnya yang akan dibangun apakah masa lalu atau masa yang akan datang. Seharusnya lupakan saja kesalahan masa lalu dan songsong masa depan dengan penuh kreasi dan kreatifitas. Jika semua pemikiran terpokus pada kesalahan masa lalu maka energi akan terkuras habis memikirkan masa lalu tapi tidak bisa mengingat bahwa tantangan global sudah menanti untuk menggerus kekertinggalan bangsa ini.

 

            Mengapa bangsa ini selalu berada di bawah standar negara tetangga? Karena sudah terkenal bangsa yang mudah di adu domba seperti halnya devide et impera. Apakah dari perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan bahasa, perbedaan pengetahuan, perbedaan pengalaman, perbedaan partai politik, perbedaan kekayaan, perbedaan keturunan, perbedaan pendidikan. Walaupun tidak pantas bila dikatakan “jago kandang”.. Sesungguhnya perbedaan itu harus dilupakan dan yang harus diingat adalah makna hidup dan kehidupan bangsa ini hasil perjuangan bersama. Jadi harus dinikmati bersama, baik oleh para pendahulu, masa kini dan masa yang akan datang.

 

            Sudah saatnya untuk mengingat-ingat  bahwa hidup di dunia ini sementara dan hanya sekejap. Namun kehidupan yang sekejap ini harus diisi dengan keberanian mengungkapan kebenaran dan melupakan kesalahan orang lain. Siapa tahu justru yang pandai mengungkap kesalahan orang lain adalah orang yang paling jahat dipandangan Allah SWT. Ingatlah bahwa orang masuk surga saja bukan hanya dengan amalnya tapi atas kasih sayang Allah SWT. Karena ketika amal manusia dicoba dijumlahkan tidak akan pernah seimbang dengan kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT. Ketika mencoba menghitung amal baik setiap hari mungkin tidak akan imbas dengan kesalahan yang diperbuat setiap hari.

 

            Lupakanlah perjalan masa lalu, karena bila diingat-ingat terus, justru akan semakin jauh. Dan ingat-ingatlah bahwa kematian pasti semakin dekat dan pasti akan datang menjemput setiap makhluk yang bernyawa. Untuk itu berbuatlah untuk masa kini karena masa kini adalah milik kita semua. Apa yang dipikir untuk masa datang belum tentu terjadi. Yang lebih penting adalah berbuat untuk hari ini dan saat ini. Visi yang dibuat terlalu jauh hanya akan menyisakan persoalan hidup dan kehidupan karena batas waktu yang ditetapkan dalam sebuah visi terlalu jauh. Belum tentu bisa tercapai. Berbuatlah realistis dengan tahapan kemampuan yang dimiliki setiap individu. Yang penting berkarya untuk diri sendiri supaya bermanfaat bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: