Refleksi Single Farent

Tuntutan MDGs, diantaranya adalah pengarus utamaan gender. Mengapa? Tentunya ada latar belakang yang mendasarinya!, kalau mencoba menduga-duga mungkin saja disebabkan terlalu banyaknya orang yang tidak utuh dalam kehidupan keluarganya. Apakah ditinggal tanpa kesan, apakah ditinggal karena jarak pekerjaan, mungkin saja sudah muncul ketidak cocokan, mungkin saja kedua belah fihak mempertahankan prinsif hidupnya masing-masing. Sehingga terpaksa harus mengarungi hidup dalam kesendirian.

 

            Situasi hidup sendiri akan muncul kesepian. Sedangkan manusia sebagai mahluk sosial paling tidak demen terlalu lama mengharap sebuah penantian. Dalam situasi sepi akan muncul sikap positif ataupun sikap negatif. Sebuah ilustrasi positif ketika Rosulullah SAW. merasa sepi menanti tiurunnya sebuah wahyu. Belilau sering berhilwat di gua hiro yang terletak di Jabal Nur. Tapi ilustrasi negatif banyak diberitakan di media massa orang kesepian bisa prustrasi dan lupa diri sampai tega melakukan bunuh diri.

 

            Posisi para pembaca ada dimana? Apakah positif atau negatif, atau tidak berkepribadian. Penulis tidak akan membahas itu. Tapi akan mencoba bagaimana refleksi orang yang single farent di alam global dan perkembangan teknologi. Kalau dulu orang kesepian selalu mengirim surat, kini orang sepi memanfaatkan teknologi dari mulai yang sangat sederhana sampai pada yang tercanggih. Mengapa? Tentunya orang sepi akan mencoba mencari temen yang bisa mengusir rasa kesepian itu.

 

            Di era tahun delapan puluhan orang kesepian banyak bergabung dengan Orari ataupun Rapi mencari temen yang bisa diajak ngobrol dan curhatan di frekuwensi. Walaupun banyak didengar orang lain dengan asiknya cuek mengeluarkan isi hati dari mulai canda ria sampai pada arah sensitif. Untung dikala orang sepi ketemu dengan orang sepi jadi merasa terhibur dan bisa saling mengisi. Tetapi efek negatif muncul bila orang sepi ketemu dengan orang  iseng akhirnya hanya hidup dalam angan angan.

 

            Ketika mulai marak dimana-mana muncul teknologi komputer, maka orang mulai memanfaatkan komputer untuk menghilangkan rasa sepi. Dari mulai main game, kirim e-mail, chating sehingga membentuk sebuah komunitas baru. Pangsa pasar tersebut ditangkap oleh ahli teknologi dan telematika dijadikan inspirasi baru untuk membuat industri telematika dalam sebuah fiture dunia maya. Sehingga di era tahun 2000 muncul berbagai produk ponsel yang bisa digunakan untuk saling kirim SMS ataupun MMS.

 

            Di saat bisnis wartel mulai sepi, maka muncul bisnis gaya baru membuka konter penjualan pulsa. Dimana mana orang ketika menghilangkan rasa sepi menggunakan ponselnya untuk saling berkomunikasi. Bahkan dikembangkan oleh proveder dengan iklan obrol-obral untuk ngobrol di tengah malam, kemudian muncul proveder lain mengambil segmen obrol-obrol. Bahkan menurunkan tarif SMS sampai pada yang termurah.

 

            Untuk menangkap pangsa pasar dari orang kesepian dibuatlah fiture baru dengan facebook, tuiter , frendster. Sehingga dimana-mana bermunculan warung internet dan bisnis itu dianggap paling menggiurkan. Sehingga muncul komunitas baru orang beramai-ramai membuat accaont untuk bisa memanfaatkan alat komuniasi di dunia maya. Bahkan perkembangan berikutnya facebook bukan hanya dimanfaatkan orang kesepian tapi orang sibuk dan orang berbisnis sudah merambah memanfaatkan facebook sebagai media komunikasi dan media advertensi yang efektif. Bahkan guyonan pun sudah banyak bermunculan menggunakan facebook. Termasuk pembentukan opini publik banyak merujuk pada facebook.

 

            Ternyata refleksi dari orang single farent bisa negatif dan bisa juga positif. Itulah sifat paradoknya orang. Di satu sisi ada yang dirugikan di lain pihak ada yang diuntungkan. Jadi mengapa kini muncul program PEKKA, pemberdayaan kepala keluarga perempuan. Yaitu untuk mengurangi sikap negatif yang muncul dari orang kesepian  supaya mempunyai aktifitas positif dalam sebuah komunitas yang bisa menghibur dirinya dan bisa mengupayakan kelangsungan kehidupan keluarganya melalui keterampian yang dibuat oleh, untuk komunitas PEKKA dengan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

 

            Mengapa harus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, karena di dalam program keluarga berencana dikenal berbagai jenis pembinaan seperti halnya untuk wanita usia subur (WUS) dikenalkan program reproduksi karena wanita usia subur bisa dipastikan punya rasa keinginan mempunyai anak keturunan. Jadi bagaimana supaya reproduksinya aman bagi dirinya dan aman bagi anak keturunannya maka dilakukan pembianan PUP. Untuk Pasangan usia subur ( PUS) dikenalkan dengan program PAP dan pemanfaatan alat kontrasepsi dengan harapan jarak kelahiran bisa diatur serta jumlah kelahiran dari pasangan usia subur bisa dikendalikan. Sedangkan untuk Janda Usia Subur ( JUS) dilakukan pembinaan agar tidak merasa kesepian dan tidak berdapak pada keutuhan keluarga para tetangganya atau keluarga lainnya.

 

            Sebenarnya refleksi negatif dari orang yang single farent tidak akan menjadi mala petaka bila dilalakukan melalui program revitalisasi keluarga berencana, sebab suatu keberhasilan yang exelent diperoleh dari ketahanan keluarga yang tangguh menghadapi berbagai tantangan, hambatan, gangguan dan ancaman dalam kehidupan berkeluarga. Mustahil sebuah keluarga itu tidak dihadapkan dengan AGHT. Apakah keluarga alim, keluarga pejabat, keluarga kaya, keluarga artis, keluarga miskin pasti menemukan kerikil dan badai rumah tangga. Namun ada sebuah solusi untuk mengatasi badai kehidupan keluarga itu dengan melalui program keluarga berencana.

 

            Makna keluarga berencana jangan diasumsikan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi, tapi bagaimana norma keluarga kecil bahagia sehat dan sejahtera itu digapai dengan sebuah program yang konprehensip dari mulai program BKB, BKR, PUP, PAP, WUS, PUS, BLK, BKL dan UPPKS secara terintegrasi dalam sebuah komunitas Kampung KB. Tentunya program keluarga berencana harus menjadi urusan wajib yang prioritas dimasukan dalam KUA dan PPAS. Sehingga Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah bagai pemerintah diberbagai tingkatan seyogyanya melirik dan memprioritaskan program Keluarga Berencana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: