Surat Kaleng Semakin Laku

Diama-mana orang mulai berfikir tentang Industri Sampah (Indus). Bahkan disetiap daerah bermunculan orang yang berprofesi penampung rongsokan. Tapi disayangkan pula ada dampak ikutan dari kreatifitas menampung rongsokan. Yaitu sering mengambil barang-barang yang tergeletak di sekitar halaman rumah, kantor atau sekolah. Terutama disaat ditinggalkan penghuni. Yang lebih parah lagi semakin banyak kehilangan pagar pekuburan ataupun penyangga jembatan. Bahkan rel kereta api yang sudah lama tidak dilewati lokomotif, menjadi sasaran tukang “kindeuw”(pemulung).

 

Rupanya karena sulit menemukan tekonologi baru pengolahan biji besi seperti yang telah dilakukan di Cilegon. Berkembanglah ide untuk mendaur ulang barang bekas, terutama dari jenis logam, baja, almunium, besi dan kaleng. Tapi dampak ikutannya ternyata pengambil keputusan, penyidik, penceramah, orator, penulis, bisa-bisanya terinspirasi menggunakan referensi dari surat kaleng. Walaupun nilai kebenaran dari surat kaleng itu belum teruji, tapi itu merupakan satu cara untuk dijadikan landasan pijak. Kenapa demikian yah.

 

Apa mungkin karena etika dan moral kita sudah menurun, sehingga yang salah mengambil rujukan dan salah menuntut seseorang untuk dijebloskan ke jeruji besi. Tidak dituntut balik untuk masuk ke jeruji besi dikala dakwaannya tidak terbukti. Sehingga surat kaleng menjadi dasar pencarian bukti awal. Bahkan surat kaleng bisa saja jadi landasan pijak untuk menakut-nakuti orang bahkan memeras orang. Jadi jangan aneh bila dialam global dan sulit ini orang memilih diam supaya aman, ketimbang berpendapat dan berteori untuk menemukan solusi pemecahan persoalan. Karena tidak sedikit orang yang mengemukakan pendapat, orang kreatif, orang berinovasi,  orang mengeluh,orang melakukan ekperimen dituduhkan melanggar aturan hukum positif. Itulah kondisi yang terjadi saat ini.

 

Sebenarnya bagi filosof tidak aneh bila orang yang membawa kebenaran itu dibenci dan dijauhi, diasingkan dan bahkan dibunuh. Hal ini seperti yang terjadi pada sokrates. Konsidi saat ini yang paling dahsyat adalah pembunuhan karakter. Sehingga banyak orang memilih selamat daripada dibunuh oleh penguasa. Walaupun dalam dirinya merasa sakit disebabkan ekpresi, pendapat dan idenya harus dipendam dalam-dalam. Karena bila ide dan gagasannya dipublikasikan akan menemui tantangan yang sangat dahsyat. Kondisi saat ini orang lebih senang membaca litelatur berbahasa asing dibandingkan dengan karya bangsa sendiri. Walaupun isi buku itu hanya sekedar cerita dan dongeng masa lalu, apabila ditulis dalam bahasa Inggris akan masuk book saler dan mudah dimasukan ke dalam jurnal ilmu pengetahuan.

 

Jadi jangan aneh bila orang tidak ingin menuliskan hasil penemuannya. Dikarenakan takut dijadikan sasaran menjadi pengisi jeruji besi. Seperti yang dialami oleh Prita. Sehingga keluar dari masalah itu sangat sulit dikarenakan pola penanganannya monoton harus mengikuti aturan. Sedangkan antara aturan yang satu banyak yang bertabrakan dengan arutan yang lain. Karena aturan  yang dihasilkan tidak ansih dari hasil riset dan penelitian, tapi kebanyakannya dari kesepakatan politik. Bisa saja dikala terjadi bencana orang tidak akan berani mengambil langkah untuk mengeluarkan anggaran. Disebabkan tidak ada payung hukum-nya. Sering terjadi niat membantu orang untuk keluar dari krisis malah dipenjarakan, sebab pemeriksaannya dalam kondisi sudah aman. Contoh kebijakan KUT diluncurkan disaat krisis, telah menelan banyak korban dipenjarakan. Kebijakan beras raskin telah banyak memakan korban.

 

Memang rongsokan itu bagus untuk di daur ulang, memang ada kalanya surat kaleng itu baik untuk disikapi. Namun jangan jadi maniak menanggapi surat kaleng. Atau berani membuat surat kaleng untuk melampiaskan rasa dendam, atau terbiasa membuat surat kaleng untuk mencari perkara. Yang lebih arif dan bijaksana bila seluruh potensi diarahkan untuk mengakaji hukum internasional dan ber-acara di mahkamah internasional mempertahankan kedaulatan RI, mengkaji hukum batas negara mengkaji hubungan internasional, mengkaji kebutuhan pertahanan internasional. Mengkaji perjanjian internasional tentang AFTA, WTO, Kesepakatan Dakar tentang PUS, MDGs, Primfort. Jangan sampai lupa bahwa negara RI kaya sumber daya alam  sehingga menjadi bahan rebutan negara adikuasa. Sedangkan dipihak lain sumber daya manusianya dipenjarakan. Jadi siapa yang bisa diandalkan sebagai pengelola negara ini.

 

Apakah akan lebih memberikan kepercayaan kepada tenaga asing. Sebab orang asing dipersepsikan manusia bersih untuk mengelola kekayaan yang besar ini. Sehingga pribumi terus di ninabobokan untuk mengurus barang bekas. Membatasi orang pribumi untuk berusaha, berbisnis berinvestasi dan berkreasi di negeri sendiri. Sehingga orang tidak tertarik untuk mengembangkan hasil riset dan penelitiannya. Karena takut apabila telah berhasil dan kaya dianggap biang KKN. Jadi sampai kapan akan pulihnya saling percaya. Apa harus selamanya saling curiga mencurigai. Sementara hak anak bangsa biar dirambah oleh negara lain. Jadi filosofi damai itu antara siapa dengan siapa. Bila paradigmanya berdamai dengan bangsa lain dan bangsa sendiri di koyak-koyak dan dipenjarakan maka bisa dipastikan kekuatan bangsa ini akan tercabik-cabik.

 

Pendiri Republik ini mendidik anak cucunya untuk berani melawan pada bangsa lain yang mengganggu kedaulatan dan mengeruk kekayaan alam. Sedangkan seluruh komponen bangsa harus bersatu dengan semangat ” satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air Indonesia” membangun negara Republik Indonesia tercinta ini. Untuk membangun perlu kreativitas dan inovasi. Sedangkan inovasi akan muncul bila ada kebebasan berkreasi, termasuk menyampaikan pendapat dan pemikiran. Tapi bila menyampaikan pendapat, pemikiran, temuan, keluhan itu dianggap menyebarkan berita bohong atau mencemarkan nama baik. Dengan ancamannya penjara. Maka   bisa berimplikasi pada merebaknya surat kaleng. Karena curah pendapat menggunakan teknologi terkini secara elegan sudah ada korban masuk penjara. Walaupun dengan sebutan penahanan, tapi tetap saja yang namanya kebebasan dibelenggu itu berakibat pada tekanan pshikologi berat.

 

Untung kalau surat kaleng itu tidak melukai orang baik-baik. Tapi kalau surat kaleng jadi media dan rujukan yang sulit dilacak serta tidak bisa dipertanggung jawabkan akan merebak pada fitnah dan sakwa sangka yang digulirkan orang-orang  dholim. Sedangkan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: